Bappilu DPP Hanura
Uncategorized

Hanura Jatim waspadai money politic penetapan caleg

Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Jawa Timur siapkan banyak hal dalam proses pemilihan legislatif (Pileg) 2014, satu diantaranya adalah menghindari permainan uang (money politic).

“Kami siapkan langkah-langkah dalam proses pencalegan nanti, bagaimana memberi pengarahan pada proses seleksi, memahami jumlah caleg yang besar. Dan tentunya kami menghindari adanya permainan uang di seleksi ini,” ungkap Ketua DPD Partai Hanura Jatim, Kuswanto saat dikonfirmasi LICOM. Minggu (31/03/2013).

Baca juga: Rombongan Eks Nasdem Jatim Merapat ke Hanura dan Hanura Rapatkan Barisan Jelang Pileg 2014

Kuswanto menandaskan, pihaknya akan memberi sanksi tegas jika dalam proses seleksi pencalegan ada permainan uang. “Akan diberi sanksi tegas kalau penempatan caleg ini ada faktor uang yang menjadikan caleg ada di posisi tertentu,” tegasnya.

Sementara saat ditanya jumlah caleg Partai Hanura Jatim, dia mengaku saat ini sudah melebihi 150 persen dari ketentuan Undang-Undang (UU) yang mensyaratkan 100 persen. “Saya tidak tahu pasti jumlahnya. Yang saya tahu, kalau diambil rata-rata jumlah caleg tingkat provinsi dan kab/kota, sudah lebih dari target dan melebihi 150 persen dari ketentuan UU,” ungkap dia.

Dia mengklaim, banyak faktor yang membuat masyarakat tertarik menjadi caleg Partai Hanura. Mulai dari masuknya Harry Tanoe yang mendapat predikat Hanura jadi partai terbersih, hingga gabungnya 10 parpol ke Hanura.

“Kondisi ini patut disyukuri. Semakin banyak calonnya dengan mudah kita melakukan seleksi untuk mendapatkan caleg yang berkualitas. Seleksi dilakukan dengan melihat latar belakang caleg. Kalau perlu kita melakukan wawancara langsung dengan calonnya, kira-kira modal apa yang dilakukan untuk pemenangan itu,” tandasnya (lensaindonesia.com)

Leave a Reply